Assalamu'alaikum... Semoga ikatan ukhuwah dapat terjalin di sini. Meski raga tak saling bertemu, tapi hati saling terpaut..
RSS

Yee,, Pacaran itu Boleh Kok…



Fenomena remaja pada saat ini tak jauh-jauh dari kisah cinta yang bermuara ke pacaran. Yak,, PACARAN (makanan macam apa pula itu?? Haha, entahlah ^_^) yang tak henti-hentinya dimainkan di sebuah episode kehidupan remaja maupun orang yang meyakininya…

“Hmm… mba sebenernya pacaran itu boleh nggak sih mba..??” tanya seorang adik “lingkaran” (baca: ngaji) kepadaku dengan muka penuh harap,,, ku menjawab seperti harapannya…. Pertanyaan yang mungkin dulu juga pernah aku tanyakan kepada mba mentor ku zaman ku masih ababil ( kata anak sekarang maksudnya labil ^_^) dulu, pertanyaan klasik yang sebenernya sudah tau jawabannya… haha…
Belum juga ku jawab pertanyaan itu,,, sudah disusul dengan pertanyaan lagi, “Yang penting kan Islami ya mba,, ga neko-neko, dan asal bisa jaga diri kan ya mba??” tambahnya dengan segala argument penahan badai ehh pembela diri… hehe. (Dalam hati ku bergumam,, what?? Kekeh bener nih anak … hebat dah.. hehe)
“Ohh tenang… boleh kok ^_^”. Jawabku dengan senyum terkembang disusul dengan perubahan raut muka yang tadinya was-was dengan jawabanku menjadi senyum sumringah pula…

Setelah kubiarkan senyumnya terkembang,, aku lanjutkan perkataanku…
“Iyya boleh,, setelah ijab qabul itu terucap di depan penghulu…” kata ku dengan senyum kembali,, namun tak lagi disusul dengan senyum sumringah sang adik tercinta… (haha,, lucu melihat raut mukanya yang bisa berubah-rubah secara drastis)
“Yahhh… kan pacaran Islami mba…” katanya membujukku untuk meluluhkan perkataanku (ceileh)..
“Pacaran Islami tuh kaya apa sih dek? Soalnya mba juga belum pernah ngalami pacaran Islami..” Tanya ku berbalik..
“hhmm… ya yang ga deket-deketan mba,, ga pegang-pegangan.. yang penting bisa jaga diri..” Lanjutnya agak ragu..
“Ohh yyaa,,,” Jawabku.. “Emang ada yaa??” Dan bla…bla…bla.. aku melanjutkan pembicaraan ku dengan mereka sampai tak terasa satu pertemuan hanya membahas soal “pacaran” -_- …
Tapi itulah adik-adikku,, dan aku menyayanginya karena Alloh…

Yupzz.. itu sedikit pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari adik-adik mentoringku bahkan teman-temanku. Bisa juga pengalaman yang lagi baca niiihh… (hhayyoo ngaku.. haha *keep khusnudzon,, ahh aku yakin yang baca mah sholih/ah semua.. aamiin)..
Memang cinta adalah sebuah fitrah manusia yang diberikan Alloh kepada kita dan samasekali mencintai itu tidak dilarang di dalam Islam.. Buktinya Alloh mengabadikan di dalam Al-Qur’an niiiih..

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”. (QS. Ali Imran: 14)

Tapi gimana cara meraih cinta itulah yang dipertanyakan ke-HALAL-an-nya…(haha,, bahasane ^^). Lho iyya dong,, klo awalnya ga halal dipastikan Alloh pun tidak meridhoinya…
Ada juga dengan dalih,, kan dengan pacaran kita bisa kenal lebih jauh calon suami kita kelak..
Yakiiiiiinnn??? Kenal gimana?? Kenal semua kebohongannya yang dirangkai dengan segepok rayuan mautnya yang membuat hati kita leleh?? (haduh,, sampe hati meleleh gitu.. hak suami kita nanti sudah dilelehkan duluan sama bukan mahramnya… rugi sekali dong yang jadi suami kita nanti,, nerima bekas doang -_-)

Cobalah sahabat,, pikirkan sampai jauh ke depan. Pilihan pacaran kalo nggak putus ya,, melakukan zina…
Klo putus,,
nanti pas kita sudah mempunyai suami… tiba-tiba ketemu si mantan pacar itu betapa angan kita pasti melayang ke hal yang pernah dilakukan di masa lalu dengan si mantan itu…
Ahh nggak kok.. aku bakalan jujur sama suamiku kalo itu mantan ku dulu…
hah?? Yakin suami nggak akan cemburu?? Klo aku sih yakin suami bakalan cemburu dan menjadi benar-benar mencurigai saat kita kemungkinan ada kerja sosial dengan kelompok yang ada si mantannya itu…
Lagi-lagi hanya akan memicu pertengkaran kaann…. -_-

Klo nggak putus?? Zina merajalela…
Tidak bisa dipungkiri,, pacaran pasti ada zina…
Nggak trima?? Ahh tapi itu memang kenyataannya…
Tapi kan kita nggak melakukan hubungan badan…
Emang,,, mungkin belum sampai melakukan hubungan badan.. (ngeri euy…)
Tapi menuju pasti…
Nihh ada sabda Rasulullah SAW…
“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak mustahil. Kedua mata itu berzina dan zinanya  dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina dan zinanya dengan melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim no. 2657)

Tapi kan kita nggak sampe melakukan hubungan badan…
Yak,, OKKe…
Lihatlah lagi,,  sekarang Firman Alloh…
Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah sutau perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk (QS. Al Isra: 32)
Itu langsung Alloh yang berfirman bukan aku yang mengatakan,, aku hanyalah sebagai perantara saja..
Sooo,, masih mau nglawan Alloh ???
Mendekati zina aja nggak boleh,, apalagi sampai melakukannya.. sekecil apapun itu…
Dari saling menatap,, menjadi saling merasa di dalam hati,, menjadi saling berpegangan, menjadi saling berpelukan,, dan seterusnya… (nggak usah dibayangin tapi hindarilah…)

Sahabat,,,
Sesungguhnya banyak mudharat yang terjadi dalam aktifitas pacaran itu (saya sebut aktifitas karena tidak ada surat tanda pacaran sebagai status.. hahaha)
Nih ya bisa diibaratkan…
Ada buah yang dijual di pasar,, ambil contoh jeruk…
Jeruk yang di pasar itu terbuka lebar-lebar,, semua orang pun boleh menyentuhnya,, boleh juga mengupasnya,, dan mencicipinya… selain itu,, ada proses tawar menawar untuk menurunkan harga… dan saat sudah deal,, ehh tiba-tiba pembeli ga jadi beli padahal udah dicicipi… Rugi kali nasib tuh jeruk yak… Klo pun jadi,, pasti itu juga udah pernah dipegang-pegang orang lain sebelum kita beli tadi.. Hadu nggak higienis yaa dan pihak pembeli sekarang yang rugi…
Tapi coba bedakan dengan jeruk yang dijual di super market besar.. oooww tidak sembarangan bisa disentuh orang,, malahan sudah disegel.. kualitas terjamin,, tidak bisa ditawar juga karena harga sudah tertera di label,, pembeli dan nasih si jeruk pun untung karena jatuh di tangan yang tepat tanpa terjamah oleh tangan-tangan yang tak bertanggung jawab… ^^

Nah silakan tafsirkan dalam aktifitas pacaran dengan pengibaratan tersebut…

Sekian dulu yaa…
InsyaAlloh bersambung …

#tidak bermaksud memojokkan siapapun,, karena penulis pun belajar untuk menjadi lebih baik ke depannya
soo,, let's learn together ^_^
 
Salam Pena Penuh Ukhuwah
Niven Ayu

5 komentar:

Anonymous said...

siiiip...mannntabbegh B)

Niven Ayu said...

makasih,, klo ada masukan boleh kok...
masih banyak belajar ^_^

herizal alwi said...

Sekarang kita berada di zaman alai, semua berubah menjadi alai atau berlebihan, tapi sebenarnya dari dulu juga yang namanya anak muda itu pasti tingkahnya sangat alai, apalagi dalam hal merayu sang pujaan hati.

Banyak banget rayuan yang sangat lucu hingga benar-benar membuat wanita tersanjung, suatu rahasia umum juga kalau wanita itu sangat suka dibohongi, rayuan disini sifatnya penyedap, seperti royco atau sasa pada masakan.

Misalnya :

“Sayang, banyak gadis cantik di sana, tapi kamu yang paling cantik ..”.

Hmmmmmmmmm, ini harus diteliti, apa benar begitu?

“Sayang, aku selalu ingin berada di hatimu ..”.
“Cintaku, kamu permatahatiku ..”.

Ini yang terbaru :

co : “Sayang, habis ini kita jalan-jalan yuk ..”.
ce : “Kemana ..?”.
co : “Menjalani sisa hidup kita ..”.

hehehehe =))

Ini satu lagi :

co : “Dek, kita menikah yuk ..?”.
ce : “Aku kan masih sekolah mas ..”.
co : “Sabtu minggu kan libur, kita menikah saja hari sabtu ..”.

ahahaha … kacau.

Lalu bagaimana pernyataan putus asa seperti ini :

“Ku tunggu jandamu ..”.

Wou .. apa dia mendo’akan pacarnya jadi janda ?

Terus yang ini bagaimana ?

“Kutunggu kamu di pintu surga ..”.

Hmmm, bagus sih, pabila di dunia tidak berjodoh ya mereka berharap bisa dipertemukan di surga nanti, tapi masalahnya sorga yang mana ?
Apa dia tahu syarat-syarat masuk sorga?, bagaimana kalo dia justru masuk neraka, kan kasian di dunia gak ketemu eeee matinya malah nyemplung ke neraka.

Ya udahlah, yang muda tetap semangat, tetaplah kirimkan rayuanmu paling jitu tuk sang pujaan hati.

Ibrahim Yusuf said...

TAMBAHAN DARI USTADZ FELIX SIAUW.. ^_^ NICE POST
1. "emang pacaran dalam Islam nggak boleh ya?" | iya, Rasul melarang segala jenis khalwat (berdua-duaan) yg bukan mahram, termasuk pacaran
2. "walaupun beda negara? LDR gitu" | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, mau LDR mau tetangga, tetep aja haram
3. "kan pacarannya nggak ngapa-ngapain?" | nggak ngapa-ngapain aja dapet dosa, rugi kan? mendingan nggak usahlah

4. "tapi kan kita punya perasaan" | so? punya perasaan nggak buat kamu boleh melanggar hukum Allah yang kasi kamu perasaan
5. "kalo pacarannya bikin positif?" | positif hamil maksudnya?
6. "hehe.. jangan suudzann, maksudnya bersamanya bikin rajin shalat geto" | shalatmu untuk Allah atau untuk pacar? pernah denger ikhlas?
7. "nggak, maksudnya kita, dia kan ber-amar ma'ruf.." | halah, dusta, mana ada kema'rufan dalam membangkang aturan Allah :)


8. "kalo orangtua udah restui?" | mau orangtua restui, mau orangutan, tetep aja pacaran maksiat
9. "katanya ridha Allah bersama ridha ortu?" | wkwk.. ngawur, dalam taat pada Allah iya, dalam maksiat? masak ortu lebih tau dari Allah?
10. "jadi nggak boleh nih? kl dikit aja gimana?" | eee.. nawar, emang ini toko besi kulakan?
11. "terus solusinya gimana? kan Allah ciptakan rasa cinta?" | nikah, itu solusi dan baru namanya serius

12. "yaa.. saya kan masih belum cukup umur" | sudah tau belum niat nikah, kenapa malah mulai pacaran?
13. "pacaran kan enak, nikmat" | iya, nikmat bagi lelaki, bagimu penyesalan penuh airmata nanti
14. "pacar saya udah bilang dia serius sih, 6 tahun lagi baru dia lamar saya" | itu mah nggak serius, sama aja teken kontrak unt sengsara
15. "pacar sy bilang nunggu sampe punya rumah baru lamar" | itu agen properti atau calon suami? nggak serius banget


16. "pacar sy bilang nikahnya nanti kalo udah cukup duit" | alasan klise, itulah yg cowok katakan untuk tunjukkin betapa nggak komit dia
17. "pacar sy bilang mau nikah tapi tunggu saudaranya nikah dulu" | ya tunda aja hubungannya sampe saudaranya nikah
18. "pacar sy bilang dia siap, tapi nunggu lulus" | alasan yang paling menunjukkan ketidakseriusan, nggak siap tu namanya
19. "pacar sy siap ketemu ortu sy sekarang juga, tapi sy yg belum siap" | cape deeh (=_=);



20. "ya udah, kakak-adik aja ya?" | wkwk.. maksa banget sih mau maksiat? giliran suruh shalat aja banyak alasan
21. "terus yang serius itu yang gimana?" | yang berani datangi wali-mu, dan dapet restu wali-mu dan menikahimu segera
22. "iya, sy udah putusin pacar, dia mau bunuh diri katanya" | tuh, tau kan mental lelaki pacaran, suruh nguras laut aja lelaki begitu
23. hal terserius yang bisa dilakukan yg belum siap adalah memantaskan diri | bukan justru mengobral diri



24. pahami agama, kaji Islam, perjuangkan Islam sebagai persiapan, itu baru serius | agar pantas dirimu jadi pasangan dan ortu yg baik
25. cinta ada masanya, pantaskan diri untuknya | bukan dengan pacaran, baku syahwat pake badan
26. kl siap walau nikahnya harus besok, barulah ta'aruf | karena ta'aruf bukan mainan bagi yg belum siap
27. jadi serius bagi yg sudah siap adl dengan nikah | sementara serius bagi yg belum siap adl mendekat dan taat pada Allah | kelir?!
Ustadz Felix Siauw (fb.me/ustadzfelixsiauw)

Niven Ayu said...

yupz benar sekali,,, terima kasih ilmunya ^_^

Post a Comment