Assalamu'alaikum... Semoga ikatan ukhuwah dapat terjalin di sini. Meski raga tak saling bertemu, tapi hati saling terpaut..
RSS
Showing posts with label Bunda Cekatan 1. Show all posts
Showing posts with label Bunda Cekatan 1. Show all posts

Lumbung Ilmu Ibu

Belajar untuk menjadi Ibu Pembelajar yang selalu ingin tahu. Banyak ilmu yang terhampar luas di alam semestanya. Kita bisa belajar dari setiap makhluk yang kita jumpai. 

Ketika sampai pada tahap memperkaya ilmu dengan saling share, ternyata 1 sampai 2 jam di depan komputer itu amat sangat terasa singkat. Terhampar berbagai macam ilmu yang sangat menarik tapi kita pun harus pandai-pandai memilah yang sesuai dengan kebutuhan kita saat ini.

Saat ini, Ummi amat sangat haus dengan ilmu parenting yang beraneka ragam. Untuk selanjutnya dipilah kembali yang kiranya sesuai dengan karakteristik Ummi dan anak-anak. Banyak PR yang harus segera diselesaikan, terlebih menyiapkan Nayy untuk bisa bekerja sama menjadi seorang kakak, menyiapkan Ummi dengan anak yang lebih dari satu, melatih manajemen emosi untuk membersamai anak-anak belajar bersama, dan masih banyak tugas parenting yang harus terus dicari ilmunya. 

Ada satu buku parenting menarik yang lama sekali tersimpan di rak masih lengkap dengan segelnya.. hehe. Salah satu kado terindah dari teman di IIP yang sampai sekarang pun belum pernah bertemu. ^^
Buku dengan judul "Enlightening Parenting" karya Okina Fitriani. Buku ini mengajarkan tentang bagaimana bersikap terhadap anak-anak, mengatur emosi diri dan anak, serta dilengkapi dengan kisah-kisah inspiratif. Buku ini begitu merubah cara saya menghadapi Nayy dengan segala "kreativitas"nya. Membuat saya belajar agar terus bisa memaafkan inner child yang selalu membayangi ketika Nayy melakukan hal yang sama ketika saya seumuran dia. Saya ingin Nayy tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari saya, menjadi pribadi dengan goal shaliha yang sesungguhnya. Aamiin...

Berikut lampiran tentang Lumbung Ilmu Ummi yang masih perlu terus diisi... 


#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional


0 komentar

Pohon Belajar Ummi


Dulu ketika masih sekolah dan kuliah, sering sekali membuat mind mapping macam ini. Meringkas materi yang sudah diberikan guru atau dosen sesuai pemahaman. 

Nah, ketika sudah menikah dan punya anak kok jarang sekali memegang kertas ataupun alat tulis yang warna warni. Akhirnya setelah sekian lama, kutemukan lagi kebiasaan yang dulu amat sering dilakukan. Ternyata sebahagia ini bisa corat coret lagi dengan warna warni dan belajar lagi untuk konsisten di track yang sudah dibuat sendiri.

Bismillah... untuk selalu menjadi Muslimah, Istri, dan Ummi Pembelajar... ^^
0 komentar

Tetaplah Menjadi IBU Pembelajar !!!


Keterampilan yang kita miliki sebagai penunjang kebahagiaan kita pun membutuhkan ilmu supaya bahagia itu menjadi bahagia banget. Catat ilmu apa saja yang perlu kita kuatkan untuk mendukung keterampilan yang sudah kita miliki.

Setiap individu akan memiliki cara masing-masing dalam mendapatkan ilmu pendukung keterampilan yang sudah dimilikinya. Ini pentingnya kita belajar tentang “merdeka belajar” yaitu belajar yang disesuaikan dengan cara ternyaman kita dalam memahami suatu ilmu. Konsep dari kemerdekaan belajar ini adalah indipence (tidak dipengaruhi oleh cara belajar orang lain).

Dari keterampilan yang sudah kita cari pada telur-telur merah sebelumnya, sekarang kita turunkan dengan mencari ilmu apa saja yang sekiranya bisa mendukung keterampilan itu bisa meningkatkan kebahagiaan. Karena saya tipe orang yang belajar suatu ilmu dengan waktu yang lumayan lama, maka saya turunkan (fokuskan) pada 2 kajian ilmu yang menurut saya penting dan mendesak untuk saat ini.
Apakah itu?
Saya sangat membutuhkan ilmu parenting sebagai penunjang untuk goal nya nanti saya bisa menjadi fasilitator anak belajar dan berujung juga pada bisa momong sambil kajian. Dan ilmu yang mendukung keterampilan dalam manajemen waktu yaitu bagaimana cara supaya setiap kegiatan tercatat dengan rapi (Planning To Do List) dan bisa disiplin dalam menjalankannya.
Saya rasa mempelajari 2 ilmu itu membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk dapat saya pahami dan laksanakan dalam kehidupan saya.  Mungkin dalam waktu 5 bulan pun masih dirasa kurang. Hehe..
Lalu dengan cara apa saja dapat saya dapatkan ilmu itu?
Kalau saya lebih nyaman untuk mendengarkan, mengikuti seminar, atau membaca buku-buku yang berkaitan dengan ilmu-ilmu tersebut.
Bismillah… demi menjadi ibu yang lebih baik dan lebih cekatan.
Belajar pun tidak hanya untuk para muda mudi.. tapi ibu-ibu pun sangat butuh belajar.
Long Life Education….  

0 komentar

Dukung dan Fasilitasi Bahagiamu,, IBU!!



Kebahagiaan yang telah ditemukan oleh seorang ibu, ternyata membutuhkan dukungan juga fasilitas. Bagaimana seorang ibu bisa benar-benar melakukan hal-hal yang membuatnya bahagia tanpa ada yang terbengkalai sebagai tugas seorang ibu dan tanpa ada yang merasa terabaikan dengan kebahagiaan yang ibu ciptakan itu. Maka penting kiranya seorang ibu belajar tentang metakognisi.

Apa itu Metakognisi?

Pandu Kartika Putra, seorang Direktur Eksekutif Digital Jabar Service menjelaskan bahwa  metakognisi adalah sebuah cara seseorang untuk mengetahui serta lebih aware dengan proses belajarnya. Fungsi dari mempelajari metakognisi ini adalah supaya kita bisa mengakselerasi proses belajar kita. Kita tahu apa saja yang perlu diperbaiki dan ketrampilan apa saja yang perlu ditambahkan sebagai penunjang dari tujuan yang ingin kita capai.

Metakognisi ini erat kaitannya dengan kita belajar menjadi pembelajar mandiri karena kita belajar memahami diri sendiri. Mas Pandu menyebutkan ada 7 kunci Pembelajar Mandiri, yaitu:
1.      Mengambil Inisiatif
2.      Belajar dengan atau tanpa bantuan orang lain
3.      Mendiagnosa kebutuhan belajar
4.      Memformulasikan tujuan belajar
5.      Mengidentifikasi kebutuhan sumber daya untuk belajar
6.      Memilih dan mengimplementasikan strategi belajar
7.      Mengevaluasi hasil belajar

Teruslah belajar ibu…
Karena dunia bergerak dengan begitu cepatnya, maka jangan menunggu yakin dulu jika kita ingin suatu hal. Lakukan saja!!! Mas Pandu mengatakan bahwa tidak mengapai melakukan “Failed Fast” (gagal dengan cepat) karna sejatinya kegagalan itu membuat kita semakin banyak mencoba dan pada akhirnya kita akan semakin cepat tahu cara yang tepat. Membangun rasa percaya diri pada diri kita sendiri, apakah kita merasa nyaman dengan cara kita belajar atau tidak? Itu yang akan menjadi landasan kita memilih yang terbaik untuk kita. Dan pada akhirnya nanti, kita pun akan mampu memahami cara belajar anak kita serta tidak memaksakan sesuai dengan diri kita.

Setelah kemaren mengidentifikasi telur-telur hijau untuk menemukan kegiatan yang ibu suka dan bisa. Kini si telur-telur hijau itu akan bertransformasi menjadi telur-telur merah. Kebahagiaan itu perlu dukungan dan fasilitas. Apakah perlu koreksi ulang (kebahagiaan itu juga bisa membahagiakan orang-orang sekitar) atau kita membutuhkan keterampilan lebih untuk membuatnya menjadi kebahagiaan yang sesungguhnya ibu butuhkan.
Untuk mendukung itu semua, ternyata yang saya sangat butuhkan untuk menunjang kebahagiaan yang saya ciptakan tersebut antara lain:
1.    Time Management
Dari semua ketrampilan yang membuat saya bahagia, semua terbentur dengan waktu yang terkadang kurang bisa ter-manage dengan tepat. Jadi, saya harus mencari ilmu tentang time management yang tepat saya terapkan dalam kehidupan saya sehingga semua bisa berjalan dengan lancar tanpa mengabaikan hak dan kewajiban yang lainnya.

2.    Skill mendengarkan kajian sambil momong
Saya rasa ini sangat saya butuhkan karena ketika mendengarkan kajian, seringkali ter-distract oleh anak yang kadang minta ini itu atau mengajak bermain. Cara apa yang dapat saya lakukan untuk dapat mengimbangi ketika mendengarkan kajian sambil mengasuh anak yang juga turut serta. (kajian secara online maupun offline)

3.    Food-Prep Skill
Ini sebenarnya terkait juga dengan time management. Ketika kita mampu melakukan food-prep dengan baik, maka kemungkinan waktu kita untuk menyiapkan segala sesuatu kebutuhan memasak jadi lebih cepat dan praktis.

4.    Skill Memasak dengan cepat
Skill ini saya butuhkan ketika harus melakukan kewajiban lain tetapi saya masih bisa enjoy “bermain” di dapur. Walau mungkin akan singkat sekali berada di dapur tetapi saya akan happy dan bergegas melakukan “hal bahagia” selanjutnya. Atau skill ini saya butuhkan ketika anak kedua sudah lahir dan membutuhkan ibu yang cepat tanggap ketika mereka mencari.

5.    Ilmu menabung yang cepat dan tepat
Ilmu ini sebagai penunjang ketika kami ingin family time dan memerlukan tempat yang “luar biasa” alias di luar kebiasaan, maka kami membutuhkan anggaran tanpa mengutak atik anggaran belanja bulanan kami.. hehehe

Mungkin 5 poin itu yang Ummi Nayy anggap penting dan mendesak untuk dipelajari sebagai penunjang lancarnya aktivitas yang membahagiakan sebagai Ibu dan insyaAllah bisa membahagiakan pula untuk suami dan anak-anak. ^_^


0 komentar

Ciptakan Bahagiamu, IBU !!!


Keluarga yang bahagia bersumber dari jantung keluarga yang bahagia juga yaitu IBU. Ketika seorang ibu bisa bahagia dalam dirinya maka akan terpancar ketika membersamai anak-anak ataupun suaminya. Kebahagiaan masing-masing ibu akan berbeda-beda. Bukan hanya ketika “me time” seperti ke salon, shopping, hang out bareng teman-teman yang terkadang mungkin bagi sebagian ibu malah membuat tidak bahagia karena masih terpikir anak di rumah. Atau di sisi lain ada seorang ibu yang merasa bahagia ketika suaminya ikut andil dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci baju, menyetrika, melipat baju, mencuci piring, nyapu ataupun ngepel. Banyak cara untuk ibu bahaga sesuai versinya.
Namun, karena menjamurnya media digital saat ini membuat para ibu terkadang menokohkan seseorang yang dianggapnya perfect ketika menjadi ibu sehingga segala cara “bahagia” yang diterapkannya mutlak harus ia ikuti juga. Ia akan cenderung meniru segala kebahagiaan yang sang tokoh itu posting di media social. Tanpa ia melihat latar belakang keluarganya sendiri ataupun kenyamanannya ketika melakukan hal yang sama dengan sang tokoh. Apakah benar-benar bahagia? Atau hanya aku harus melakukannya agar aku bisa sebahagia dia?
Kadang hal itu yang membuat kita lupa jika bahagia itu benar-benar sederhana dan hanya kita saja yang bisa mencari tahu hal apa yang sebenarnya membuat kita benar-benar bahagia. Bu Septi (Founder IIP) menuturkan bahwa suatu hal yang membuat kita bahagia bisa kita ujikan dengan melakukannya beberapa kali. Apakah ketika kita melakukan hal itu satu kali, kita merasa bahagia? Bagaimana jika kita ulangi kedua kalinya, apakah kita tetap merasa kebahagiaan itu? Lalu bagaimana jika kita lakukan lagi lagi dan lagi… apakah kita menjadi semakin bahagia?
Temukan bahagiamu sendiri ibu… agar kau temukan kebahagiaanmu untuk selanjutnya kau dapat pula menyalurkan energi bahagia itu untuk anak-anak dan suamimu. Kita sendiri yang akan memutuskan akan bahagia atau tidak. Itulah yang nantinya akan kita jadikan kekuatan untuk menjadi manajer keluarga yang cekatan.
Ternyata setelah emak lihat dari draft aktivitas yang sudah dipilah-pilah, sumber kebahagiaan emak sesederhana melakukan kegiatan rumahan sehari-hari. Seperti memasak, menjahit, crafting, ikut kajian, dan kumpul-kumpul dengan anak-anak dan suami. Benar-benar sederhana dan bisa mejadi charge kebahagiaan kaann..

Dan Alhamdulillah aktivitas-aktivitas yang emak rasakan sebagai salah satu sumber kebahagiaan itu, beberapa Allah lebihkan pula menjadi hobi yang dibayar. MasyaaAllaah…   

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
0 komentar